Minggu, 24 Oktober 2010

Perpustakaan Wadah Rekreasi Dunia

  • Apakah yang terbayang di kepala kita saat berbicara tentang kondisi perpustakaan di sekolah kita? Yang mana hanya satu ruangan yang sempit dan sumpek yang bisa dibilang hanya berkisar 4x4m dengan debu berlengketan di setiap buku serta kurangnya cahaya matahari. Ataukah suatu kondisi ruangan yang membuat kita tidak betah berlama-lama, karena ketersediaan berbagai bahan bacaan  dan tatanan rak yang rapi berisi buku-buku? Kondisi perpustakaan sekolah di Indonesia secara umum sangat memprihatinkan di sebagian besar sekolah di negara kita ini belum menjadikan perpustakaan sebagai bagian yang teramat penting dalam proses belajar mengajar, dan ga usa heran di beberapa sekolah perpustakaan hanya dikunjungi dua  kali dalam setahun yakni pada waktu meminjam dan mengembalikan buku paket. Selain waktu itu perpustakaan sangat sepi pengunjung. Di samping faktor bahan pustaka yang kurang diikuti oleh tidak tersedianya petugas khusus perpustakaan sekolah. Kepala sekolah atau Ketua Yayasan sekolah sudah sepantasnya memikirkan bagaimana menjadikan perpustakaan sebagai pusat aktivitas keilmuan. Kepala sekolah tidak hanya memikirkan ruangan kelas yang nyamana bagi siswa, namun turut pula merencanakan bagaimana menata ruangan perpustakaan yang strategis, nyaman dan membuat siswa betah berkunjung sebagai sebuah tempat berekreasi siswa setelah suntuk belajar di ruangan kelas. Diperpustakaan tidak hanya berisi buku paket saja, tetapi berbagai jenis buku bacaan mulai dari buku agama, sains, tekhnologi, fiksi dansebagainya. Di samping itu, bacaan seperti surat kabar, majalah, buletin dan sejenisnya hendaknya tersedia secara rutin. Petugas perpustakaan berperan mulai dari perencanaan sampai pengadaan dan perawatan bahan pustaka dan harus ngotot meminta prioritas dari pihak sekolah untuk pengadaan bahan-bahan pustaka. Perpustakaan yang ideal memang menjadi idaman bagi warga sekolah. Perpustakaan yang ideal barangkali sulit kita temukan, apalagi untuk tingkat sekolah, beruntunglah sekolah yang menyediakan layanan rutin dan ketersediaan bacaan yang bervariasi. perpustakaan sekolah sudah saatnya memikirkan semua itu. Sebagai kendala utama selain kurangnya memedainya SDM petugas perpustakaan, biasanya juga berkaitan dengan kurang tersedianya biaya rutin penyelenggaraan perpustakaan karena membutuhkan dana yang besar mengingat harga-harga buku yang mahal. Mengharap dari Pemerintah saja mungkin mustahil dapat dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. Untuk itu peran swasta dan para donatur terutama peran komite sekolah akan snagant bermanfaat demi kemajuan perpustakaan sekolah. Kalau hal ini dapat terwujud, maka perpustakaan sebagai pusat rekreasi bukan hanya khayalan atau angan-angan semata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar